Forum KMB Viriya Dhamma

Selamat Datang di Forum Keluarga Mahasiswa Buddhis Viriya Dhamma!!


    pelayan geblek

    felix nugroho
    felix nugroho
    Odin
    Odin

    Male
    Jumlah posting : 1437
    Age : 35
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB virya dharma - atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : ekonomi/akuntansi - 2003
    Registration date : 06.03.08

    pelayan geblek Empty pelayan geblek

    Post  felix nugroho on Thu Dec 10, 2009 2:55 pm

    Bardo masuk restoran mewah dan memesan lengkap,
    dari teh hangat, appetizer, dessert dan bandrek temulawak hangat.
    Teh datang...
    tapi Bardo kaget melihat jempol kanan si pelayan masuk ke tehnya

    Membatin Bardo..
    “Wah gila, tapi nggak sengaja kali.” Dengan tenang dihirupnya,

    tiga menit kemudian sup jamurnya diantar,
    astaga jempolnya juga masuk!

    Walau sudah kesal, tapi ini kan restoran mewah jadi nggak bisa marah sembarangan seperti
    di warteg langganannya

    “Sabar Mas,” dalam hati si Bardo.
    Habis sup diangkat mangkoknya, datanglah spaghetti..

    “Brengsek, jempolnya masuk juga.

    Wah, ini sudah kelewatan.”

    Tapi karena lapar, ditahannya amarahnya dengan niat nanti mau memanggil manager restoran.

    Dilahaplah spaghetti dan matanya mulai mencari sang manager.

    Habis spaghetti, dinantikannya bandrek dan...
    ”Sialan ini pelayan. Jempolnya ikut juga masuk ke bandrek hangat.”

    Naik pitam si Bardo teriak keras “Eh, manager sini!”

    Tergopoh-gopoh si manager datang. “Ada apa Pak?”

    Bardo sengit, “Itu anak buahmu edan.
    Masa jempol tangan kanannya masuk ke semua makanan dan minuman yang kupesan!?”

    Dengan terkejut si manager bertanya, “Ah masa pak?

    Jumprit sini kamu
    apa benar jempolmu kamu masukkan ke pesanan tamu?”

    Jumprit menjawab, “Ya, Pak!”

    Marahlah si manager, “Edan kamu, kenapa begitu?
    Kan kamu sudah diajari nggak boleh!”

    Bardo senang karena diperhatikan, pikirnya dalam hati “Wah alamat makan gratis nih.”

    Jumprit menjawab, “Jempol saya keseleo pak
    kata dokter mesti dihangatkan terus, kan hangat..
    jadi saya taruh saja di situ.”

    Mendengar itu, marahlah Bardo,
    “Kurang ajar kamu !! mau hangat ya?

    Kalau mau hangat saya ajari..
    masukkan tuh jempolmu ke lubang pantat
    hangatkan di situ!”

    Jumprit menjawab tenang,
    “Iya pak, saya tahu,
    waktu tadi saya menunggu makanan di dapur..
    saya memang sudah masukkan jempol saya”.

      Waktu sekarang Wed Nov 13, 2019 10:46 pm