Forum KMB Viriya Dhamma

Selamat Datang di Forum Keluarga Mahasiswa Buddhis Viriya Dhamma!!

Login

Lupa password?

Latest topics

» Kenapa begitu ya??
Fri Oct 22, 2010 3:58 pm by Try budi

» Tatoo Dalam Buddhisme :?:
Fri Oct 22, 2010 3:23 pm by Try budi

» Apa bedanya Vihara dan Kelenteng
Fri Oct 22, 2010 3:07 pm by Try budi

» sate torpedo
Thu Dec 10, 2009 3:03 pm by felix nugroho

» toko mas jelita
Thu Dec 10, 2009 3:03 pm by felix nugroho

» tabrakan mengerikan
Thu Dec 10, 2009 3:02 pm by felix nugroho

» seperti mama
Thu Dec 10, 2009 3:02 pm by felix nugroho

» sedihnya jadi cowo
Thu Dec 10, 2009 3:01 pm by felix nugroho

» sayembara putri raja
Thu Dec 10, 2009 3:01 pm by felix nugroho

MAKRAB KMBVD 2009

Mon Jun 29, 2009 11:19 am by Elvilina

Teman - teman KMBVD akan mengadakan MALAM KEAKRABAN:
Tgl 14-17 Agustus 2009 ( 4 hr, 3 mlm )
Di Villa Azelea,Puncak
Acara ad fireworks,BBQ, Api Unggun di tempat yg enak n satu keuntungan bagi yg …

[ Full reading ]
Malam Kesenian + Charity Night bY KMB Dhammavaddhana..

Wed Jun 10, 2009 9:14 pm by kRistLe

tmenNn2, dtg eN ajak tmen2nyahh yG bnyx yawhHhh k acr Malam ksenian + Charity Night KMBD Binus :
"Express Our Spirit of Dhamma Through Art, Culture, n' Education"
Sabtu 13 Juni 09
17.00 …

[ Full reading ]
Perayaan Waisak KMB VD

Tue May 19, 2009 9:14 am by Elvilina

Teman - teman KMB VD mengundang untuk menghadiri perayaan waisak yang diadakan oleh KMB VD pada:
Tanggal: Minggu 24 ei '09
Waktu : Pukul 15.00-selesai
Tempat : Vihara Amurva Bhumi
JL. …

[ Full reading ]

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 

Poll

Apa kita akan memberikan dukungan pada mereka?
100% 100% [ 1 ]
0% 0% [ 0 ]
0% 0% [ 0 ]

Total Suara : 1


    Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Share

    winata
    Count/Countess
    Count/Countess

    Male
    Jumlah posting : 107
    Age : 27
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : viriya dhamma-atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : teknik / industri-2006
    Registration date : 22.06.08

    Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  winata on Wed Jul 16, 2008 11:36 am

    Ketika ditanya kenapa ? sebagian orang selalu mengatakan bahwa sapi atau kerbau itu adalah jelmaan dari orang tua Kwan Im Hud Co. pengertian salah besar ini sudah ada turun-temurun. Memang dalam legenda Miao Shan, diceritakan ayahanda Kwan Im Hud Co ketika masih sebagai manusia, dianggap jahat karena menghalangi niat Kwan Im Hud Co untuk bertapa menyucikan diri, segala cara ditempuh untuk hal itu. Ketika ayahandanya meninggal dan bereinkarnasi kembali ke dunia menjadi sapi. Lantas secara logika, apakah kita harus menyembah atau menghormati setiap sapi yang ada ? itu pengertian salah yang amat sangat menyesatkan.

    Kita yang bersembahyang dan memuja Kwan Im Hud Co harus mengerti bahwa Kwan Im Hud Co adalah Maha Boddhisattva yang sangat terkenal dengan sifat welas asihnya dan merupakan Maha Boddhisattva yang paling popular di seluruh dunia. Kwan Im Hud Co sampai rela bersumpah tidak dapat mencapai ke-Buddha-an, karena setiap detik, setiap saat selalu manusia datang memohon dan meminta tolong terus menerus. Karena sifat Welas Asih yang tak tebatas itu, kitapun harus belajar memiliki sifat welas asihnya. Sapi (termasuk para binatang lainnya) adalah binatang yang sesungguhnya sangat menderita. Ketika muda, disuruh dan dipaksa membajak sawah, menarik gerobak, tanpa memikirkan dia haus, lapar, lelah dan sakit. Hasilnya kita yang menikmati. Susu yang sesungguhnya untuk dikonsumsi anaknya pun kita ambil tanpa permiisi untuk diminum, setelah menjadi agak tua dan tak bertenaga, lantas kita bunuh untuk dimakan. Dimanakah letak rasa welas asih kita seperti yang kita ingin mencontoh dari Kwan Im Hud Co ?

    felix nugroho
    Odin
    Odin

    Male
    Jumlah posting : 1437
    Age : 32
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB virya dharma - atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : ekonomi/akuntansi - 2003
    Registration date : 06.03.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  felix nugroho on Wed Jul 16, 2008 10:34 pm

    gw pernah baca buku tanya jawab bhikkhu uthamo mahathera.
    disitu dijelaskan bahwa dalam agama budha ga ada dewi kwan im or Kwan Im Hud Co or avalokhitesvhara, dll.
    dewi kwan im itu adalah legenda dari tiongkok yang ga ada hubungannya sama agama budha dari buddha gotama.

    gw kaget juga pas baca. klo gt knp kwan im bs termasuk dalam dewi di agama budha?
    ada yang tw cerita awalnya ga? ato ga kasih linknya aja d.... thx be4

    n 1 lagi ini pendapat gw pribadi ya. dewi kwan im itu kan bodhisattva?
    sedangkan setau gw bodhisattva adalah calon budha yang akan datang. sedangkan budha gotama sendiri uda blg klo budha berikutnya adalah maitreya (yang sekarang masih bodhisatva).
    klo ky gt, apa berarti bodhisatva itu ga cuma 1, tapi banyak? (maitreya, kwan im, dll)

    btw, no offense y, its pure curiousity....

    ceLLo
    Messenger
    Messenger

    Female
    Jumlah posting : 624
    Age : 27
    Lokasi : jakarta n depok
    Nama KMB - Universitas : KMBUI-Indonesia
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : hukum-2007
    Registration date : 09.06.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  ceLLo on Thu Jul 17, 2008 8:32 pm

    @winata :

    kalo soal sapi adalah ayah dari dewi kwan im
    itu memang yang ada di film2.soal miao shan aja g ga tau sebelumnya.setelah g nntn filmna, g baru tau apa sih miao shan dsb..
    berhubung itu film, g jadi ga terlalu percaya

    soal ga makan sapi..g juga ga makan sih hehhe

    pada dasarnya mengurangi sapi jg mengurangi makan daging
    mengurangi pembunuhan makhluk gitu dahh..=p

    SSMB

    winata
    Count/Countess
    Count/Countess

    Male
    Jumlah posting : 107
    Age : 27
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : viriya dhamma-atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : teknik / industri-2006
    Registration date : 22.06.08

    mencoba menjawab

    Post  winata on Fri Jul 18, 2008 3:28 pm

    ne g ambil dari wikipedia

    Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
    Langsung ke: navigasi, cari
    Dewi Kwan Im (Guan Ying). Kwan Im adalah salah satu Dewi dalam agama tradisional Tionghoa.
    Dewi Kwan Im (Guan Ying). Kwan Im adalah salah satu Dewi dalam agama tradisional Tionghoa.

    Kepercayaan tradisional Tionghoa ialah tradisi kepercayaan rakyat yang dipercayai oleh kebanyakan bangsa Tionghoa dari suku Han. Kepercayaan ini tidak mempunyai kitab suci resmi dan sering merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat antara lain Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme. Kepercayaan tradisional Tionghoa ini juga mengutamakan lokalisme seperti dapat dilihat pada penghormatan pada datuk di kalangan Tionghoa di Sumatera sebagai pengaruh dari kebudayaan Melayu.

    Secara umum, kepercayaan tradisional Tionghoa mementingkan ritual penghormatan yaitu:

    * Penghormatan leluhur: Penghormatan kepada nenek moyang merupakan intisari dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Ini dikarenakan pengaruh ajaran Konfusianisme yang mengutamakan bakti kepada orang tua termasuk leluhur jauh.

    * Penghormatan dewa-dewi: Dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional Tionghoa tak terhitung jumlahnya, ini tergantung kepada popularitas sang dewa atau dewi. Mayoritas dewa atau dewi yang populer adalah dewa-dewi yang merupakan tokoh sejarah, kemudian dikultuskan sepeninggal mereka karena jasa yang besar bagi masyarakat Tionghoa di zaman mereka hidup.

    satu lagi
    Kwan Im (Hanzi:觀音; Pinyin: Guān Yīn) adalah penjelmaan Buddha kasih sayang di Asia Timur. Kwan Im sendiri adalah dialek Hokkian yang dipergunakan mayoritas komunitas Tionghoa di Indonesia. Nama lengkap dari Kwan Im adalah Kwan She Im Phosat (Hanzi: 觀世音菩薩, pinyin: Guan Shi Yin Pu Sa) yang merupakan terjemahan dari nama aslinya dalam bahasa Sanskrit, Avalokitesvara.

    Avalokitesvara sendiri asalnya digambarkan berwujud laki-laki di India namun kemudian berevolusi menjadi wanita di kalangan Buddhis di Asia Timur.

    Dalam bahasa Jepang, Kwan Im disebut Kannon' (観音) atau secara resmi Kanzeon (観世音). Dalam bahasa Korea disebut Gwan-eum atau Gwanse-eum, dan dalam bahasa Vietnam Quan m atau Quan Thế m Bồ Tt.

    maap belum bisa dapatin jawaban semuanya, kasi waktu g 2 hari nanti g cariin jawaban yang pas!

    tq bro komen ama pertanyaannya o iy ilnu agama g juga dikit doang kok kita sama sama belajar intinya. tq sekali lagi buat post replynya!

    winata
    Count/Countess
    Count/Countess

    Male
    Jumlah posting : 107
    Age : 27
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : viriya dhamma-atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : teknik / industri-2006
    Registration date : 22.06.08

    mencoba jawab 2

    Post  winata on Sat Jul 19, 2008 2:14 pm

    menurut info yang g dapat katana dalam tradisi mahayana dikenal dewi kwan im,

    ni kutipan yang mendukung argumen gw

    Dalam Agama Buddha dengan tradisi India yang dikenal
    sebagai Theravada, obyek penghormatan lebih dipusatkan
    kepada Sang Buddha sebagai guru agung.
    Penghormatan kepada Sang Buddha dilakukan bukan hanya
    dengan bunga, dupa serta lilin saja, melainkan justru
    dengan mengadakan perubahan tingkah laku, cara
    berbicara dan juga cara berpikir agar sesuai dengan
    Buddha Dhamma. Dengan demikian, semakin tinggi seorang
    umat Buddha menghormati Sang Buddha, maka seharusnya
    semakin baik pula perilakunya.

    Sedangkan, keberadaan para dewa dan dewi diakui
    sebagai mahluk penghuni berbagai tingkat surga. Namun
    para umat Buddha tidak memuja dan meminta kepada
    mereka. Umat Buddha menjadikan para dewa dan dewi ini
    sebagai contoh nyata bahwa dengan berbekal kebajikan
    serta perilaku baik, seseorang akan mempunyai
    kesempatan untuk terlahir di surga sebagai dewa atau
    dewi, apapun nama agama dan kepercayaan yang mereka
    anut semasa hidup sebagai manusia.
    Oleh karena itu, umat Buddha hendaknya selalu
    memperbanyak kebajikan melalui ucapan, perbuatan dan
    pikirannya. Banyaknya kebajikan yang dilakukannya itu
    akan memberikannya kebahagiaan dalam kehidupan sebagai
    manusia maupun kehidupan setelah di dunia ini.

    Dalam masyarakat Buddhis memang dikenal adanya dewi
    Kwan Im. Namun, penghormatan kepada dewi Kwan Im lebih
    banyak dilakukan oleh umat Buddha dengan tradisi
    Tiongkok atau Mahayana. Oleh karena itu, apabila ingin
    mendapatkan keterangan yang lebih lengkap dan benar
    tentang dewi Kwan Im, silahkan bertanya kepada para
    pemuka Agama Buddha Mahayana tersebut.
    Semoga jawaban singkat ini tidaklah mengecewakan dan
    dapat memberikan manfaat.
    Semoga bahagia.
    Salam metta,
    B. Uttamo

    www.samaggi-phala.or.id /Jun 2004

    ni satu lagi agak lebih lengkap

    ya, lebih tepat mungkin, Kwan Im termasuk Mahayana

    Kuan Im atau Guanyin adalah bahasa cina untuk Avalokitesvara. bhiksu Xuan Zang (Tongsamcong) juga menerjemahkan Avalokitesvara sebagai Guanzizai. Jadi Guanshiyin dan Guanzizai sama.

    Avalokitesvara sendiri memiliki banyak makna...

    *Ava-lokita-Svara = 'Yang Mendengar Suara (tangis) Dunia' alias Guan Shi Yin;
    Guan (memperhatikan) Shi (dunia) Yin (suara).

    *Ava-lokita-Isvara = Isvara(Mahadewa/tuhan/sebutan hormat untuk Shiva) yang Melihat/Mengamati Dunia.
    ( NB: tentu saja Isvara ini bukan berarti TUHAN dalam pengertian pencipta dan pengatur dunia... )
    dalam Prajnaparamita Hrdaya Sutra, Guanyin mempraktekan meditasi vipasyana (pengamatan analitis) terhadap 5 skanda adalah sunyata. Maka Xuanzang menerjemahkan Avalokitesvara sebagai Guanzizai;
    Guan (Mengamati) zizai (diam dalam ketenangan), dengan 'zizai' menggambarkan kondisi meditatif beliau.

    *dalam Sutra Teratai bab Avalokitesvara, Bodhisattva Akshayamati bertanya kepada Buddha Sakyamuni kenapa Avalokitesvara punya nama demikian. Buddha menjawab bahwa Bodhisattva Avalokitesvara selalu menjawab doa manusia yang memuliakan namanya. Beliau dapat bermanifestasi dalam wujud apapun juga dan membabarkan Dharma dalam wujud itu.

    Guanyin pusa termasuk jajaran Bodhisattva Mahasattva bhumi ke-10, sama seperti Maitreya, Manjusri, Ksitigarbha, dan Samantabhadra.
    Beliau terkenal akan Mahakaruna yang luar biasa menolong setiap mahkluk. Guanyin sering beremanasi di mana-mana menjadi apa saja.
    Kepada mahkluk yang meniti Jalan Bodhisattva, beliau mewujudkan diri sebagai Buddha atau Bodhisattva.
    Kepada mahkluk yang melatih Jalan PacekaBuddha, beliau muncul dalam wujud Pacekabuddha.
    Kepada pencari Arahatta phalla, beliau muncul sebagai Arahat.
    Pada yang mengincar surga, beliau mengajar dalam wujud dewa.
    Untuk menolong para raksasa, beliau menjadi Raja para raksasa dan mengajarkan Dharma. demikian seterusnya...

    Sungguh sukar dipercaya apa yang telah Beliau lakukan untuk menolong para mahkluk.

    Awalnya beliau adalah seorang Bhiksu di masa yang sangat lampau di dunia yang berbeda dengan dunia Saha, lalu berlatih dan kemudian menjadi Bodhisattva.
    Disebutkan juga bahwa sebenarnya Beliau adalah emanasi dari seorang Buddha, Tathagata Zhen Fa Ming(cahaya Dharma sejati) dari masa jauh di masa lampau.

    Dalam Vajrayana, Beliau juga salah satu Istadevata dengan banyak pengikut. Seperti Arya Nagarjuna misalnya disebut bisa melihat dan belajar Dharma langsung dari Beliau.

    yang terakhir

    ada teks pali tentang Kuan Im / Avalokitesvara.

    Nmnya "Saddharmapundarika Sutra XXV: Avalokitesvara Bodhisattva Samanthamukhaparivarta"

    hehehehe g kira da menjawab pertanyaan semoga memuaskan dan menambah pengetahuan kita semua... bounce

    Hangga Utama
    Messenger
    Messenger

    Male
    Jumlah posting : 66
    Age : 28
    Lokasi : Jakarta Pusat
    Nama KMB - Universitas : KMB Dhammamitha-UBM
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Ekonomi Manajemen-2005
    Registration date : 01.09.08

    Daging Sapi?

    Post  Hangga Utama on Sun Sep 07, 2008 3:37 pm

    Memang katanya sih bagi umat yg percaya dan sembahyang Dewi Kwan Im ga boleh makan daging sapi karena dengar2 Bokapnya Dewi Kwan Im itu terlahir kembali sbg seekor sapi!
    Nyokap ama Cc gw juga ga makan daging sapi!

    Tapi asal lo tau aja kalo gw ini suka lho ama daging sapi.
    Lo pada blom nyoba aja Prime minister Prime Rib beuh mantap abisss rasanya Laughing

    Pengen sih jadi vegetarian tapi rasanya susah bgt !
    Abis gmn? segala sesuatu yg nikmat itu kan justru tidak baik untuk kesehatan.

    Gmn yah?? Question

    Dixon
    Baron/Baroness
    Baron/Baroness

    Male
    Jumlah posting : 16
    Age : 27
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB Viriya Dharma - Atma Jaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : FK - 2007
    Registration date : 28.08.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  Dixon on Thu Nov 27, 2008 8:48 pm

    boleh atau ngga sebenernya diri sendiri yang nentuin... hanya saja sampai terakhir yang gw tau sih kekerabatan sapi masih cukup dekat dengan manusia (sumbernya belum jelas cuman pernah denger aja) jadinya lebih baik dihindari. waktu itu dosen yang ngajar di kelas gw bilang kalo tempe punya susunan protein dengan rantai asam amino yang nyaris sama dgn daging sapi, cuman beda 1 asam amino, jadi yah kalo ngomongin soal gizi bisa ada makanan pengalihnya...

    kalo untuk makanan sehari" lebih baik kurangin daging"an lah... dulu pernah baca tapi lupa dimana bacanya, isinya bilang kalau lebih baik dar hari senin-jumat atau hari kerja kita makan banyak sayur, dan weekend baru makan daging...

    Tin Dewi
    Duke/Duchess
    Duke/Duchess

    Female
    Jumlah posting : 321
    Age : 30
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : Viriya Dharma-UAJ
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Psikologi-2005
    Registration date : 20.08.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  Tin Dewi on Sat Dec 06, 2008 9:27 pm

    Thread ini sukses membuat g berpikir lagi untuk ga makan daging sapi lg.. Padahal daging sapi tu daging yg paling enak ke2 setelah babi.. haha..

    kevin jawan
    Baron/Baroness
    Baron/Baroness

    Male
    Jumlah posting : 27
    Age : 27
    Lokasi : Gading
    Nama KMB - Universitas : KMBVD/ Atma Jaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Kedokteran/2007
    Registration date : 26.08.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  kevin jawan on Sun Dec 14, 2008 2:53 pm

    Ada info yang pengen gw bagi2kan nih....

    Pertama, tentang Theravada dan Mahayana...

    Agama Buddha tradisi India itu gak cuman Theravada doank, Mahayana juga...

    Saat Mahayana berkembang menjadi populer di India, Theravada sendiri sebenarnya sudah tidak terlalu berpengaruh lagi sebagai mayoritas... Theravada sendiri sudah mengakar di Sri Lanka, jadi kurang tepat kalo bilang agama Buddha tradisi India adalah Theravada, karena Mahayana adalah Mayoritas juga di India,

    lebih tepatnya adalah dengan menyebut Aliran Utara (Mahayana) karena menyebar dan berkembang di sebelah utara India (bahkan hampir sebagian besar India), dengan Aliran Selatan (Theravada) karena menyebar di selatan India....

    Nah, bertitik tolak dari hal tersebut, sejak di India, Mahayana sejak awal sudah memuja dan mengagungkan banyak Buddha dan Bodhisattva seperti halnya di China.

    dan berdasarkan banyak Sutra seperti Sutra Teratai dan Karanda-Vyuha Sutra, pemujaan untuk Bodhisattva terutama terpusat kepada Avalokitesvara Bodhisattva yang sudah dilakukan sejak di India....

    Jadi, Avalokitesvara (Guan Yin) merupakan ASLI dari agama Buddha di India, BUKAN PRODUK BUATAN CHINA.....

    Terus untuk soal makan daging sapi itu boleh atau tidak, secara doktrinal Mahayana, itu tidak dipermasalahkan itu "sapi" atau "bukan sapi", yang ditekankan dalam Mahayana yang sebenarnya adalah "jalan Bodhisattva" yang menekankan "vegetarian".

    Tapi, kalau seseorang belum siap untuk menjadi vegetarian, kita boleh mengkonsumsi "daging murni" yaitu: tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak mengharapkan daging itu dibunuh untuk kita, dan tidak ada daftar bertuliskan "SAPI" dalam daging terlarang untuk umat Buddha (kayaknya Theravada banget y, hehe)

    Nah, dalam Mahayana sendiri tidak secara eksplisit ditegaskan bahwa kita dilarang makan sapi karena sapi itu berhubungan dengan Kuan Yin atau bla bla bla....

    Menurutku, sapi tidak dikonsumsi karena pada zaman dulu di China ketika kebetulan Mahayana berkembang, sapi digunakan sebagai alat untuk membajak sawah, ketika sapi itu sudah tua, biasanya sapi dipotong untuk dimakan, tapi tentu saja akhirnya para umat Buddha Mahayana di China menentang hal itu karena perbuatan itu tidaklah manusiawi, jadi perbuatan "tidak mengkonsumsi sapi" digalakkan di China sebagai wujud kepedulian terhadap jerih-payah sapi untuk kehidupan kita....

    Namun, akhirnya lama2 seiring berjalannya waktu, akhirnya konsep2 legendaris yang berhubungan dengan Kuan Yin mulai berbaur hingga sekarang, sehingga kalau kita mau makan daging sapi atau tidak sebenarnya itu jatuh pada pilihan kita sendiri.

    Kuan Yin sendiri bukanlah Bodhisattva yang "fanatik" terhadap "orang non vegetarian" sehingga Ia "hanya" memberkati dan melindungi orang yang "vegetarian" atau "tidak makan sapi"......

    Ia menilai orang bukan dari makanan yang dimakannya itu "mengandung sapi" atau "tidak ada sapi", tapi dari hati dan sila seseorang, bro.....

    Jadi, KALAU mau makan sapi, yang penting termasuk dalam kriteria "daging murni" dengan tiga syarat tadi..... Tapi gw setuju juga untuk TIDAK mengkonsumsi terlalu banyak daging (babi, sapi, ayam, apa kek yang penting daging...), karena jalan Bodhisattva ujung-ujungnya berakhir pada pola konsumsi Vegetarian dalam melatih diri............ Very Happy

    felix nugroho
    Odin
    Odin

    Male
    Jumlah posting : 1437
    Age : 32
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB virya dharma - atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : ekonomi/akuntansi - 2003
    Registration date : 06.03.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  felix nugroho on Mon Dec 15, 2008 2:40 am

    kevin jawan wrote:Saat Mahayana berkembang menjadi populer di India

    well bro, kata2 u kontradiksi ne...
    u bilang "saat", berarti mahayana asalnya bukan dari india dong?
    tapi masuk n berkembang lagi dsn???

    n brt mahayana n ajaran2 ny itu tetep berasal dari china dg???


    tapi anyway gw setuju si sm u, makan daging ga perlu spesific, yang ini boleh tapi yang itu ga boleh..

    intinya cuma makan daging ato ga makan daging..
    that's all...

    kevin jawan
    Baron/Baroness
    Baron/Baroness

    Male
    Jumlah posting : 27
    Age : 27
    Lokasi : Gading
    Nama KMB - Universitas : KMBVD/ Atma Jaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Kedokteran/2007
    Registration date : 26.08.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  kevin jawan on Mon Dec 15, 2008 11:03 am

    Kyaknya perlu gw jelasin sejarah Mahayana di India nih, hehe..

    Saat Mahayana berkembang menjadi populer maksudnya bukan dari China, tapi dari India sendiri...

    Begini maksudnya (dari sudut pandang Buddhisme Mahayana): Sutra-Sutra Mahayana/ Jalan Bodhisattva yang dikotbahkan oleh Hyang Buddha tidaklah dicatat dalam konsili2 Theravada yang para Bhiksunya adalah pengikut Jalan Arahat, tapi disimpan oleh para Bodhisattva yang dititipkan di dunia Para Naga, nah, selama Sutra-Sutra itu disimpan, Mahayana terlihat "tidak ada" alias "tertidur" di India...

    sekitar 500 tahun setelah Buddha wafat, di India muncul seorang Bhiksu bernama Nagarjuna, nah, Nagarjuna yang telah merasa menguasai Tipitaka pada zaman itu (mungkin mirip dengan Tipitaka Theravada) merasa bahwa Ia telah mendalami seluruh Buddha Dharma...

    tetapi Ia menjadi kaget karena ketika Ia pergi berkunjung ke dunia Naga, Raja Naga mengatakan bahwa sudah saatnya Nagarjuna menyebarkan ajaran Mahayana atau Jalan Bodhisattva di Tanah India...

    Kemudian Raja Naga memperlihatkan ruangan tempat Sutra-Sutra Mahayana itu disimpan, isinya sangaat banyaak.... tentu saja Nagarjuna langsung kayak "syok terapi" kaget banget melihat rupanya apa yang selama ini Ia pelajari itu belum ada apa-apa nya...

    Akhirnya Nagarjuna membawa Sutra-Sutra Mahayana itu ke dunia manusia di India tentunya, Ia mempelajari Sutra2 itu dan menulis banyak Sastra, sejak itu banyak Sesepuh yang ikut berkontribusi menyebarkan Mahayana, nah, akhirnya Nagarjuna disebut sebagai "Bapak Mahayana"

    Sejak peristiwa itu, Mahayana makin berkembang di India dan menjadi salah satu aliran populer di India...

    Dan pada saat yang sama ketika Nagarjuna mem"bangun"kan Mahayana, di China sendiri agama Buddha Mahayana BELUM ADA sama sekali!!!!!!

    Dengan begitu, berarti Mahayana BUKAN dari China dunk, tapi emang muncul dan berkembang di India terlebih dahulu!! he2

    Berarti Mahayana itu ORIGINALLY INDIA..!! afro

    felix nugroho
    Odin
    Odin

    Male
    Jumlah posting : 1437
    Age : 32
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB virya dharma - atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : ekonomi/akuntansi - 2003
    Registration date : 06.03.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  felix nugroho on Sun Dec 21, 2008 4:27 am

    well, sory ne..
    tapi cerita u ada yang gw ga ngerti

    penemu dhamma itu sang budha gotama kan??? yang adalah samma sambudha (karena dy jadi budha dengan usaha sendiri n bisa ngajarkan ntu k makhluk laen)..

    trs nagarjuna itu dy "menemukan" sutra mahayana.
    sutra mahayana itu juga termasuk dhamma kan???

    jadi apa nagarjuna itu juga samma sambuddha??
    sedangkan samma sambuddha itu cuma ada 1..


    trs lage, klo "sutra mahayana" itu belum penah disebarkan, brt sang budha gotama belom mengajarkan semua dhamma dong???
    sedangkan sang budha kan harusnya selama dy hidup dy harus uda selesai ngajar semua dhamma sebelum parinibanna kan???
    sedangkan sang budha itu bisa menentukan masa hidupnya sendiri...

    jadi bgmn?
    mohon pencerahannya bhante.. hehe
    klo ada kesalahan mohon dikoreksi...

    kevin jawan
    Baron/Baroness
    Baron/Baroness

    Male
    Jumlah posting : 27
    Age : 27
    Lokasi : Gading
    Nama KMB - Universitas : KMBVD/ Atma Jaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Kedokteran/2007
    Registration date : 26.08.08

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  kevin jawan on Sun Dec 21, 2008 1:00 pm

    Kan tertulis:

    Sutra Mahayana yang DIKOTBAHKAN oleh HYANG BUDDHA tidak dicatat dalam konsili theravada bla bla bla....

    Berarti Hyang Buddha udah mengkotbahkan SELURUH DHARMA yang "diperlukan" para makhluk buat mencapai Nirvana baik itu Jalan Arahat (Theravada) maupun Jalan Bodhisattva (Mahayana),

    Nagarjuna cuma penemu "Kotbah-Kotbah Buddha tentang Jalan Mahayana" yang "tersimpan" dan memunculkan nya kembali ke "permukaan".....he2

    Tentu saja hal itu sama sekali tidak menjadikan Nagarjuna seorang Samma Sambuddha, kan aneh!

    Jadi yang mengkotbahkan Mahayana itu Hyang Buddha sendiri, berarti Dia udah mengajarkan Dharma dengan sempurna kan???...

    Tentu saja Sutra Mahayana itu termasuk Dharma, tapi kalo Nagarjuna menemukan Dharma (Udah dikotbahkan duluan ama Buddha) yang tersimpan, itu bukan kriteria menjadi Samma Sambuddha!!!!!!!!!

    Hyang Buddha Gotama sendiri udah menyebarkan Mahayana duluan!!! Cuma setelah Beliau Parinibbana alias wafat, ajaran-ajaran Mahayana yang sudah disebarkan di dunia manusia tidak dilestarikan di dunia manusia itu sendiri, melainkan di dunia naga. Setelah lima ratus tahun baru disebarkan kembali ke dunia manusia oleh Nagarjuna...

    Nah, karena gak dilestarikan di dunia manusia, selama masa antara lima ratus tahun sebelum Nagarjuna muncul, Mahayana menjadi "telihat seolah-olah" tidak ada, "seolah-olah Buddha tidak mengkotbahkan Mahayana", SEOLAH-OLAH!!!... Padahal Buddha uda menyebarkan Mahayana di dunia manusia..............begitu............

    Bukti dari Sutra:

    Dalam hampir semua Sutra Mahayana, ketika Hyang Buddha berkotbah, Para Arahat, pria dan wanita awam yang saleh semuanya turut mendengarkan kotbah Hyang BUddha... berarti selama masa hidup Buddha, Mahayana sempat disebarkan di dunia manusia.....

    Sponsored content

    Re: Apakah sembahyang Avolokitesvara Boddhisattva (Kwan Im Hud Co) itu tidak boleh makan sapi ?

    Post  Sponsored content Today at 9:11 pm


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 9:11 pm