Forum KMB Viriya Dhamma

Selamat Datang di Forum Keluarga Mahasiswa Buddhis Viriya Dhamma!!

Login

Lupa password?

Latest topics

» Kenapa begitu ya??
Fri Oct 22, 2010 3:58 pm by Try budi

» Tatoo Dalam Buddhisme :?:
Fri Oct 22, 2010 3:23 pm by Try budi

» Apa bedanya Vihara dan Kelenteng
Fri Oct 22, 2010 3:07 pm by Try budi

» sate torpedo
Thu Dec 10, 2009 3:03 pm by felix nugroho

» toko mas jelita
Thu Dec 10, 2009 3:03 pm by felix nugroho

» tabrakan mengerikan
Thu Dec 10, 2009 3:02 pm by felix nugroho

» seperti mama
Thu Dec 10, 2009 3:02 pm by felix nugroho

» sedihnya jadi cowo
Thu Dec 10, 2009 3:01 pm by felix nugroho

» sayembara putri raja
Thu Dec 10, 2009 3:01 pm by felix nugroho

MAKRAB KMBVD 2009

Mon Jun 29, 2009 11:19 am by Elvilina

Teman - teman KMBVD akan mengadakan MALAM KEAKRABAN:
Tgl 14-17 Agustus 2009 ( 4 hr, 3 mlm )
Di Villa Azelea,Puncak
Acara ad fireworks,BBQ, Api Unggun di tempat yg enak n satu keuntungan bagi yg …

[ Full reading ]
Malam Kesenian + Charity Night bY KMB Dhammavaddhana..

Wed Jun 10, 2009 9:14 pm by kRistLe

tmenNn2, dtg eN ajak tmen2nyahh yG bnyx yawhHhh k acr Malam ksenian + Charity Night KMBD Binus :
"Express Our Spirit of Dhamma Through Art, Culture, n' Education"
Sabtu 13 Juni 09
17.00 …

[ Full reading ]
Perayaan Waisak KMB VD

Tue May 19, 2009 9:14 am by Elvilina

Teman - teman KMB VD mengundang untuk menghadiri perayaan waisak yang diadakan oleh KMB VD pada:
Tanggal: Minggu 24 ei '09
Waktu : Pukul 15.00-selesai
Tempat : Vihara Amurva Bhumi
JL. …

[ Full reading ]

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 

Poll

Apa kita akan memberikan dukungan pada mereka?
100% 100% [ 1 ]
0% 0% [ 0 ]
0% 0% [ 0 ]

Total Suara : 1


    dogs loyalty

    Share

    felix nugroho
    Odin
    Odin

    Male
    Jumlah posting : 1437
    Age : 32
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB virya dharma - atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : ekonomi/akuntansi - 2003
    Registration date : 06.03.08

    dogs loyalty

    Post  felix nugroho on Tue Nov 18, 2008 1:50 am

    Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya..


    Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar.. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

    Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

    Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah.. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
    Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas..

    Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

    Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan, saya akan menunggu tuan kembali.

    Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang! teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

    Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,guukh!
    Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.



    Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

    Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
    Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.



    Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

    Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

    Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya..

    Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

    Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

    Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

    Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.


    Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.


    Sungguh kisah yg menggugah hati....tak habis2nya saya meneteskan air mata membaca cerita hidup Hachiko....


    Film ttg kisah hachiko dibuat d jepang tahun 1987 dgn judul "Hachiko Monagatari". Film ini byk memperoleh penghargaan...
    Dan saat ini versi hollywoodnya sedang dbuat dgn judul "Hachiko : A Dog's Story" (Starring and Co-Producted by Richard Gere)....

    Tin Dewi
    Duke/Duchess
    Duke/Duchess

    Female
    Jumlah posting : 321
    Age : 30
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : Viriya Dharma-UAJ
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Psikologi-2005
    Registration date : 20.08.08

    Re: dogs loyalty

    Post  Tin Dewi on Sun Nov 23, 2008 10:28 am

    SEdih ceritanya.. Tapi emang bener kok, anjing tu hewan paling setia..
    Gw jg pernah denger cerita anjing yang meninggal beberapa hari setelah tuannya meninggal..

    =SisKa=
    Marquis/Marchioness
    Marquis/Marchioness

    Female
    Jumlah posting : 173
    Age : 29
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB Viriya Dhamma_ Atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : FKIP Inggris-- 2005
    Registration date : 30.10.08

    Re: dogs loyalty

    Post  =SisKa= on Sun Nov 23, 2008 5:29 pm

    sedih bgt yah si Hachiko...
    saking setianya mpe segitu..
    ga heran sampe d abadikan...

    emg anjing binatang paling setia..
    kagum deh..

    semoga Professor dan anjingnya ketemu lg d Surga,,

    Juliana
    Knight/Lady
    Knight/Lady

    Female
    Jumlah posting : 4
    Age : 27
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : Viriya Dhamma- Atma jaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Teknik/ Industri-2007
    Registration date : 06.11.08

    HACHIKO MONOGATARI - KESETIAAN SEEKOR ANJING

    Post  Juliana on Sat Dec 13, 2008 11:25 pm

    [color=white][justify] Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun
    Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung
    pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing.
    Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.


    Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya
    Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat
    mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun
    setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.
    Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali.. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
    Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju.
    Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga
    kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar.. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah.
    Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak
    menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket
    tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko. Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

    Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang
    seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.
    Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan, " saya akan menunggu tuan kembali."
    "Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
    Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras, "guukh!"
    Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta
    segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu.
    Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat ingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus
    Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar
    yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

    Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko
    tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah.
    Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Adayang
    mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa
    menghilangkan kegelisahannya.
    Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ.
    Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun m.
    Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa
    Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.
    Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.
    Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.
    Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3
    sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan
    di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor
    kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati.. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

    Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

    Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk
    membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiko pun dijadikan simbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.


    Sungguh kisah yg menggugah hati....
    Film ttg kisah Hachiko dibuat di Jepang tahun 1987 dgn judul "Hachiko
    Monagatari". Film ini byk memperoleh penghargaan. .. Dan saat ini
    Hollywood-nya sedang dibuat dgn judul "Hachiko : A Dog's Story" (starring
    and co-producted by Richard Gere)....

    finish


    Bagus yah ceritanya
    huhuhu
    mengharukan..........


    Terakhir diubah oleh William tanggal Sun Dec 14, 2008 9:16 pm, total 1 kali diubah (Reason for editing : repost, jadi dimerge sama topik sebelumnya ama admin...bukannya gaptek yang posting..)

    juan
    Paladin
    Paladin

    Male
    Jumlah posting : 689
    Age : 29
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : Viriya Dhamma - AtmaJaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Kedokteran - 2005
    Registration date : 31.07.08

    Re: dogs loyalty

    Post  juan on Sun Dec 14, 2008 12:25 am

    emg bener yah katanya anjing binatang paling setia

    @juliana lw ngapaen copy-paste ceritanya?? mw quote yah??

    Juliana
    Knight/Lady
    Knight/Lady

    Female
    Jumlah posting : 4
    Age : 27
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : Viriya Dhamma- Atma jaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Teknik/ Industri-2007
    Registration date : 06.11.08

    Re: dogs loyalty

    Post  Juliana on Sun Dec 14, 2008 12:37 am

    hahah jadi malu
    kagak nyadar gue alo udah ada yang post
    huhuhu
    post yang laen aza
    moga2 lom ada yang post

    felix nugroho
    Odin
    Odin

    Male
    Jumlah posting : 1437
    Age : 32
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB virya dharma - atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : ekonomi/akuntansi - 2003
    Registration date : 06.03.08

    Re: dogs loyalty

    Post  felix nugroho on Sun Dec 14, 2008 12:41 am

    hahahaha
    oooo
    jadi ini toh cerita yang u mw post...
    sayang sekali, uda gw post dulua... wkwkwk

    lagian salah bu caranya...
    aduuuuu..
    ajaran gw tadi ga dipraktekin ne....
    masih ga ngerti?

    hahaha

    juan
    Paladin
    Paladin

    Male
    Jumlah posting : 689
    Age : 29
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : Viriya Dhamma - AtmaJaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Kedokteran - 2005
    Registration date : 31.07.08

    Re: dogs loyalty

    Post  juan on Sun Dec 14, 2008 12:44 am

    hahahaha

    begitu toh ceritanya..

    gw pikir salah quote..

    mahaputra
    Count/Countess
    Count/Countess

    Male
    Jumlah posting : 104
    Age : 27
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : kmbvd-atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : FK-07
    Registration date : 04.08.08

    Re: dogs loyalty

    Post  mahaputra on Sun Dec 14, 2008 3:54 pm

    Anjrit.. gaptek berat...

    Trus dia pastenya di thread orang lg n ga bikin thread baru..

    Hue2..

    Klo gw sich pasti bakal hilang dari peredaran.. Haha..
    tongue tongue
    Jul, becanda jull Hue2..

    juan
    Paladin
    Paladin

    Male
    Jumlah posting : 689
    Age : 29
    Lokasi : Jakarta
    Nama KMB - Universitas : Viriya Dhamma - AtmaJaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : Kedokteran - 2005
    Registration date : 31.07.08

    Re: dogs loyalty

    Post  juan on Sun Dec 14, 2008 6:24 pm

    OMG putra.. itu seperti menampar jujul bolak-balik dengan balok kayu.. hahahaha

    gpp jul.. itu namanya pengalaman.. seperti d thread yg laen.. pengalaman buruk itu bikin qta belajar... ok? geek

    felix nugroho
    Odin
    Odin

    Male
    Jumlah posting : 1437
    Age : 32
    Lokasi : jakarta
    Nama KMB - Universitas : KMB virya dharma - atmajaya
    Fakultas/Jurusan - Angkatan : ekonomi/akuntansi - 2003
    Registration date : 06.03.08

    Re: dogs loyalty

    Post  felix nugroho on Sun Dec 14, 2008 10:48 pm

    wakakaka
    gilee
    penghinaan berat tu..
    jangan bunuh diri ya leha???
    wkwkwkwk


    tar klo u ga ngerti gw ajarin d..
    hehe

    tapiiii
    u ngerti cara nya log in kan??
    hehe

    Sponsored content

    Re: dogs loyalty

    Post  Sponsored content Today at 8:29 pm


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:29 pm